Wamendag Dorong Pelaku UMKM Minahasa Melek Teknologi

Wecome Ebadi di Website Kami!

Jakarta – Wamendag Dorong Pelaku UMKM Minahasa Melek Teknologi

Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Wamendag) Jerry Sambuaga terus mengimbau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Minahasa untuk beradaptasi dan mewaspadai perkembangan teknologi.

Diharapkan dengan memperoleh pengetahuan teknologi, usaha kecil dan menengah di Kabupaten Minahasa mampu memperluas cakupan promosi produknya dan mampu bersaing di pasar lokal maupun global.

“Kementerian Perdagangan mendorong usaha kecil dan menengah di Kabupaten Minahasa dan Manado untuk melek teknologi, mudah beradaptasi, dan berinovasi dalam penjualan. Kami juga berharap badan usaha dapat memanfaatkan sepenuhnya perwakilan perdagangan Indonesia, antara lain Trade Annex dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). ) telah menyebar ke seluruh dunia untuk mempromosikan dan meningkatkan ekspor produk Indonesia,” kata Jerry dalam keterangan tertulis, Jumat (9 Februari 2024). IHSG Pekan Ini Kembali Berpotensi Menguat di Kisaran 7.202-7.373

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan Jerry saat menyosialisasikan kecintaan terhadap produk dalam negeri melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Kabupaten Manado dan Minahasa Sulawesi Utara, Kamis (8 Februari).

Jerry menegaskan, pelaku UMKM bisa merasakan manfaat dari berbagai program Kementerian Perdagangan. Misalnya kegiatan pembinaan, pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas sumber daya manusia, peluang usaha dan memperluas jangkauan pemasaran.

Jerry mengatakan, pengembangan produk Indonesia menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah sebagai regulator harus menjadi teladan dan teladan dalam penggunaan produk dalam negeri.

“Otoritas pusat dan daerah harus memastikan efektivitas produk dalam negeri. Saat ini saya memakai kemeja batik lokal,” kata Jerry.

“Sebenarnya baju batik ini buatan Kabupaten Minahasa dengan motif Sulut. Pemerintah sebagai badan pengawas harus memberikan contoh dan teladan dalam penggunaan produk dalam negeri,” lanjutnya.

Jerry menambahkan, pasangannya tidak hanya mencintai, tapi membeli, menggunakan dan mengkonsumsi.

Lebih lanjut Jerry menjelaskan, UKM menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia di masa pandemi Covid-19 selama tiga tahun terakhir. Di sisi ekspor, lebih dari 75% eksportir adalah usaha kecil dan menengah. Namun porsinya hanya mencapai 4% dari total nilai ekspor Indonesia.

Direktur Pemanfaatan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Krisna Ariza mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan Indonesia Emas 2045 dengan mengupayakan masyarakat adil dan makmur. Tentunya ada hal yang perlu Anda persiapkan.

“Pertama-tama, sumber daya manusia usaha kecil dan menengah perlu diubah. Pandemi Covid-19 dan perkembangan teknologi telah mengubah pola konsumen,” kata Krisna.

“Saat ini penjualan tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga secara online. Pelaku UKM membutuhkan kemampuan manajemen untuk mengelola penjualan langsung dan online,” lanjutnya.

Krisna mengatakan hal kedua yang harus dipersiapkan adalah inovasi produk UKM yang perlu terus dilakukan seiring berjalannya waktu. Ketiga, pola kemitraan dengan toko retail modern.

Toko retail modern harus mengutamakan produk yang lebih baik di Kabupaten Minahasa melalui evaluasi. Pemerintah daerah bertanggung jawab menjamin akses pasar bagi UKM di Kabupaten Minahasa. Wamendag Dorong Pelaku UMKM Minahasa Melek Teknologi

“Keempat, ketika produksi meningkat, pelaku UKM harus berani meningkatkan potensi permodalan dan kapasitas produksinya dengan meminjam uang ke jasa keuangan perbankan. Fasilitas yang diberikan pemerintah sesuai kebutuhan,” jelas Krisna.

“Ini harus dimanfaatkan dengan baik dan menjadi cara untuk memperluas akses pasar,” ujarnya.

Krisna mengatakan Kementerian Perdagangan akan terus bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan di seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan pembinaan dan pelatihan mengenai penjualan online. Pemerintah hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku UKM.

Sekadar informasi, Direktur Pemanfaatan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Krisna Ariza dan Dosen Manajemen Industri Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) Doni Yusri turut hadir dalam acara tersebut. Acara sosial tersebut dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari pengusaha dan masyarakat Kabupaten Minahasa. (ncm/ncm)