Tanggapi Debat Capres Soal Isu Kesehatan, CISDI: 1 Nakes Tak Cukup di 1 Faskes

Sugeng rawuh Ebadi di Situs Kami!

Ebadi Lifestyle – Center for Strategic Development Initiatives (CISDI) mengucapkan terima kasih kepada tiga Wakil Presiden (Capres) yang mengangkat isu kesehatan pada debat capres putaran ke-5 malam tadi. Tanggapi Debat Capres Soal Isu Kesehatan, CISDI: 1 Nakes Tak Cukup di 1 Faskes

Banyak isu kesehatan yang juga diangkat dalam pembahasan topik perdebatan, salah satunya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan. Lanjutkan menelusuri artikel lengkap di bawah ini.

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mempromosikan pekerja di Indonesia dan memberikan solusi dengan memberikan beasiswa kedokteran. Calon presiden diharapkan menambah Fakultas Kedokteran (FK) yang saat ini hanya ada 92 di Indonesia. Seri Psikologi Berbohong: Apakah Alat Pendeteksi Kebohongan Sia-sia?

Wakil Presiden 01 Anies Baswedan mengamini pendapat Prabowo Subianto bahwa tujuan pemberian beasiswa adalah untuk meningkatkan kemampuan. Saat ini Wakil Presiden 03 Ganjar Pranowo berencana membuat program 1 tenaga kesehatan di 1 rumah sakit di setiap barangay.

CISDI menemukan saat ini misi 1 tenaga kesehatan di 1 rumah sakit berada di Indonesia. Namun, kesetaraan tidak tercapai sesuai dengan tujuan sebenarnya.

“Kalau di sana ada 1 desa 1 RS, di sana ada 1 RS dan ada perawatnya, jangan tergiur dengan janji-janji yang terkesan sangat bagus padahal seperti ini keadaannya saat ini,” kata Diah Satyani Saminarsi. Pendiri dan CEO CISDI, dalam siaran persnya. daring, Senin 5 Februari 2024.

Alih-alih memprioritaskan pembelian satu tenaga kesehatan di satu klinik di setiap desa, layanan tersebut justru membutuhkan tim yang terdiri dari minimal 9 pegawai di satu rumah sakit.

Jumlah dokter umum di Indonesia belum mencapai angka yang direkomendasikan WHO, yaitu 1 dari 1000 penduduk. Pada tahun 2022, rasio dokter umum di Indonesia hanya 0,84 per 1000 penduduk.

Selain itu, penerapan 9 jenis SDMK di layanan kesehatan primer masih memprihatinkan.

Puskesmas dengan total 9 jenis HRK di Indonesia hanya berjumlah 42,67% dari total 10.374 faskes pada tahun 2022. Jumlah tersebut masih jauh dari capaian pemerintah yang sebesar 83% pada tahun 2024. Artinya, jumlah tersebut harusnya bertambah. . dan kemampuan HRK yang berbeda dengan dokter.

“Itu bisa dipenuhi dari 9 jenis tenaga kerja, 1 tenaga kesehatan tidak cukup untuk 1 rumah sakit. Perlu ada tim untuk perubahan menyeluruh dan integrasi pelayanan kesehatan primer, dll,” kata Diah. Tanggapi Debat Capres Soal Isu Kesehatan, CISDI: 1 Nakes Tak Cukup di 1 Faskes

CISDI menegaskan permasalahan HRK tidak bisa diselesaikan hanya dengan menghasilkan manusia sehat. Sebab, situasi yang sama juga harus menjadi perhatian agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi negara.

“Solusinya tidak bisa diselesaikan hanya dengan menghasilkan orang-orang yang sehat, terjadi kekurangan dokter, sebaliknya distribusinya tidak tepat. Tenaga kesehatan bukan hanya dokter, tapi juga pekerja lain, bidan, perawat, dokter. Untuk bidan. .dan perawatnya cukup tapi belum merata,” jelasnya. Anak-anak di Palembang tega menyiksa orang tuanya karena berbeda pilihan calon presiden, anak asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) tega menyiksa orang tuanya karena berbeda pilihan calon presiden pada Pilpres 2024. Ebadi 8 Februari 2024