Setiap Organ Tubuh Monyet Mengalami 91 Perubahan saat Hamil

LONDON: Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa kehamilan menyebabkan perubahan besar di hampir setiap bagian tubuh monyet.

Baca Juga: Ilmuwan Jerman Percaya Hutan Indonesia adalah Rumah bagi Monyet Tinggi 3 Meter

Para peneliti di Universitas Wisconsin-Madison mempelajari monyet rhesus selama kehamilan. Mereka menemukan bahwa jantung mengalami perubahan pada 91 jaringan berbeda, termasuk paru-paru dan hati.

Penulis senior studi tersebut, Dr. kata Tarnya Singh dalam keterangannya dilansir Science Alert, Selasa (6/2/2024).

“Ini adalah reality show seluruh tubuh tentang kehamilan.”

Para peneliti menemukan perubahan paling signifikan pada otak, di mana mereka menemukan peningkatan koneksi sel dan saraf. Perubahan tersebut berhubungan dengan perubahan hormonal dan perilaku yang terjadi selama kehamilan.

Para peneliti telah menemukan perubahan pada jantung, paru-paru dan hati. Perubahan ini mungkin disebabkan oleh peningkatan kebutuhan oksigen dan nutrisi untuk janin yang sedang berkembang.

Temuan penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai dampak kehamilan pada tubuh wanita. Mereka juga dapat membantu mengembangkan pengobatan baru untuk komplikasi kehamilan seperti preeklampsia dan diabetes gestasional.

Berikut adalah beberapa temuan penting dari penelitian ini.

Otak: Para peneliti menemukan bahwa jumlah sel otak dan koneksi saraf meningkat pada monyet hamil. Perubahan tersebut berhubungan dengan perubahan hormonal dan perilaku yang terjadi selama kehamilan.

Ahli Sejarah Prediksi Kartel Meksiko Berisiko Kuasai Warisan Suku Maya

LIMA – Reruntuhan Maya di Meksiko telah “terputus” setelah kekerasan kartel dan pos pemeriksaan dikuasai geng narkoba.

Reruntuhan Maya di Meksiko, termasuk Chichen Itza dan Tulum, telah menjadi sasaran kekerasan kartel dan pos pemeriksaan yang dikendalikan geng. Hal ini membuat situs tersebut “terputus” bagi pengunjung, kata para ahli.

Chichen Itza, salah satu situs Maya paling terkenal, telah menjadi sasaran penculikan dan pemerasan oleh kartel narkoba.

Pada tahun 2022, seorang turis Amerika diculik di dekat lokasi tersebut dan dibebaskan setelah membayar uang tebusan.

Tulum, yang terletak di pesisir Karibia, juga menjadi sasaran kekerasan. Pada tahun 2021, seorang turis Inggris ditembak mati di dekat lokasi tersebut.

Kekerasan kartel telah mengurangi jumlah wisatawan yang mengunjungi situs Maya. Pada tahun 2022, jumlah wisatawan ke Chichen Itza turun 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

Para ahli mengatakan kekerasan kartel juga mempersulit akses ke situs Maya.

Pos pemeriksaan yang dikendalikan geng bermunculan di beberapa lokasi, dan pengunjung sering kali diminta membayar uang tebusan agar dapat melewatinya.

“Situs-situs Maya semakin terputus dari dunia luar,” kata David Freidel, profesor arkeologi di Universitas Tulane, dilansir Daily Start, Rabu (31/1/2024).

“Kekerasan kartel telah menjadikan situs-situs ini lebih berbahaya dan lebih sulit diakses.”

Pemerintah Meksiko telah mencoba memerangi kekerasan kartel di dekat situs Maya. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Pemerintah Meksiko harus berbuat lebih banyak untuk melindungi situs Maya. Situs-situs ini adalah warisan budaya yang berharga dan harus dilindungi dari kekerasan.” kata Freidel.

Bakteri Ganas di Balik Penyakit Bisul Akhirnya Terkuak

LONDON – Penyakit maag Buruli, penyakit kulit pemakan daging yang sudah lama misterius, akhirnya menemukan penjahatnya.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi bakteri penyebab penyakit ini, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan kecacatan parah.

Penyakit ini pertama kali ditemukan di Australia pada tahun 1923 dan sejak itu telah dilaporkan di seluruh dunia, khususnya di Afrika, Asia, dan Pasifik, Science Alert melaporkan Kamis (25 Jan 2024).

Furuni Buruli biasanya menyerang kulit, namun bisa menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk mata, tulang, dan saraf.

Penyebab penyakit ini masih menjadi misteri. Pada tahun 1970-an, para ilmuwan mengira penyakit ini mungkin disebabkan oleh virus, namun penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Namun jenis bakteri penyebabnya belum diketahui.

Kini para ilmuwan dari Universitas Melbourne (Australia) telah mengidentifikasi bakteri penyebab bisul Buruli.

Bakteri Mycobacterium Ulcerans termasuk dalam keluarga bakteri penyebab TBC dan kusta.

M. ulserans merupakan bakteri yang mudah beradaptasi dan dapat hidup di lingkungan yang keras. Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak dengan air yang terkontaminasi atau melalui kontak dengan kulit yang rusak.

Penelitian ini merupakan langkah maju yang besar dalam pemahaman kita tentang pembuatan bir Buruli. Hal ini membuka jalan bagi pengembangan vaksin atau pengobatan baru untuk penyakit.

Saat ini belum ada pengobatan pasti untuk bisul Buruli. Perawatan yang tersedia bertujuan untuk mengobati infeksi dan mengurangi kerusakan jaringan.

Spesies Hypsiscopus Indonesiensis, Ular Air yang Ditemukan di Sulawesi

JAKARTA – Spesies Hypsiscopus Indonesia merupakan spesies ular air baru yang ditemukan di Danau Irbil, Sulawesi Selatan pada tahun 2023.

Ular Hypsiscopus indonesiensis mempunyai panjang tubuh 50-60 cm. Tubuh bagian atas berwarna coklat kemerahan dengan garis-garis hitam.

Tubuh bagian bawah berwarna putih. Ular ini mempunyai ekor yang lurus sehingga dapat digunakan untuk berenang.

Ular Hypsiscopus indonesiensis merupakan hewan endemik Sulawesi. Ular ini hidup di air tawar, seperti danau, sungai, dan rawa. Ular ini membunuh ikan kecil, katak, dan krustasea.

Penemuan spesies ular baru ini membuat jumlah spesies ular di Sulawesi menjadi 60 spesies. Penemuan ini juga menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati di Sulawesi masih sangat tinggi.

Danau Misterius Muncul Tiba-tiba di Tempat Terpanas di Dunia

JAKARTA – Hujan deras dan badai yang baru-baru ini melanda negara bagian California menimbulkan fenomena tak biasa berupa sebuah danau di tempat terpanas di dunia, Taman Nasional Death Valley.

NBC News melaporkan, danau tersebut terbentuk di Badwater Basin pada Agustus 2023 setelah Taman Nasional Death Valley yang merupakan kawasan gurun mengalami hujan lebat dan banjir bandang akibat Badai Hilary.

Seorang pejabat Taman Nasional Death Valley mengatakan hujan lebat yang terus berlanjut selama dua minggu terakhir di negara bagian California diperkirakan akan membuat danau tersebut tetap hidup lebih lama dari yang diperkirakan.

Penjaga hutan Abby Wines berkata, “Kami mengira danau itu akan hilang pada Oktober 2023. Kami terkejut ketika danau itu masih ada enam bulan kemudian,” katanya.

Taman Nasional Death Valley, yang biasanya menerima curah hujan sekitar 50 milimeter setiap tahunnya, telah mencatat curah hujan sebesar 127 milimeter dalam enam bulan terakhir.

Selain banjir yang merusak infrastruktur dan bangunan, fenomena hujan lebat juga menyebabkan danau sepanjang 11,3 kilometer, lebar 6,4 kilometer, dan kedalaman 0,6 meter.

Mengejutkan! Ilmuwan Temukan Bukti Paus Biru Kawin dengan Spesies Lain

BERLIN – Sekelompok ilmuwan menemukan bukti mengejutkan bahwa paus biru, hewan terbesar di planet Bumi, telah kawin dengan spesies lain.

BACA JUGA – Ekosistem laut yang sehat adalah fondasi ekonomi biru

Seperti dilansir Science Alert, Senin (02-12-2024), penemuan ini didasarkan pada analisis DNA sampel paus biru yang terdampar di pantai Atlantik Utara.

Penelitian baru menunjukkan bahwa hubungan antarspesies antara paus biru dan paus sirip lebih umum terjadi daripada yang kita duga, setidaknya di beberapa wilayah di dunia.

Urutan genom paus biru Atlantik Utara (Balaenoptera musculus musculus) mengungkapkan bahwa sekitar 3,5% DNA kelompok tersebut berasal dari spesies yang berkerabat dekat, paus sirip (Balaenoptera physalus).

Peneliti dari Kanada dan Norwegia tidak menyangka persentase ini akan setinggi itu. Selain itu, semua spesimen paus biru yang dipelajari sejauh ini memiliki setidaknya beberapa DNA paus sirip dalam genomnya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai introgresi.

“Hasil kami memberikan wawasan pertama mengenai struktur populasi dan sejarah demografi paus biru Atlantik Utara, yang mendokumentasikan tingkat introgresi paus sirip,” tulis ilmuwan komputer Sushma Jossey dari Royal Ontario Museum dan rekannya dalam makalah mereka. .

Yang mengejutkan adalah sebagian besar hewan hibrida (keturunan dari dua spesies berbeda) cenderung tidak subur – Anda mungkin pernah mendengar tentang bagal (persilangan keledai dan kuda) atau liger (persilangan singa dan harimau). ). .

Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa paus biru memiliki DNA hibrida, artinya mereka memiliki gen dari paus biru dan spesies lainnya.

Spesies lain yang terlibat dalam hibridisasi ini belum diketahui secara pasti. Para ilmuwan menduga paus biru mungkin kawin dengan paus sirip, paus bungkuk, atau paus sei.

Ilmuwan Temukan Telur Hitam Misterius di Bawah Permukaan Laut

LONDON – Sekelompok penyelam menemukan telur hitam misterius di bawah permukaan laut yang menarik perhatian banyak pihak.

Seperti dilansir Science Alert Jumat (2/2/2024), para ilmuwan menemukan telur tersebut di laut dekat Kepulauan Galapagos, Ekuador. Jetnya berwarna hitam, berukuran sekitar 5 cm, dan teksturnya halus.

Hingga saat ini masih belum diketahui jenis hewan apa yang menghasilkan telur tersebut. Para ilmuwan menduga telur-telur tersebut mungkin berasal dari cumi-cumi vampir, hiu goreng, atau bahkan spesies yang tidak diketahui.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berbagai penelitian telah dilakukan oleh para ulama, antara lain:

Analisis DNA: Mengekstraksi DNA telur dan membandingkannya dengan spesies DNA yang diketahui. Hal ini dapat membantu para ilmuwan menentukan jenis hewan apa yang menghasilkan telur tersebut.

Pengamatan mikroskopis:

Telur tersebut akan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat strukturnya dan mencari petunjuk tentang spesies asalnya.

Pemodelan komputer: Para ilmuwan akan menggunakan komputer untuk memprediksi bagaimana telur-telur tersebut diangkut dalam arus laut dan bagaimana telur-telur tersebut dapat diperoleh di lokasi-lokasi saat ini.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu para ilmuwan untuk lebih memahami kehidupan di laut dalam dan spesies yang masih belum diketahui.

Penemuan telur hitam misterius ini merupakan contoh kecil dari banyak hal yang masih belum kita ketahui tentang laut. Lautan merupakan tempat luas yang penuh misteri, dan masih banyak yang harus dipelajari.

Fenomena Alam Langka! Air Mengalir di Sungai Klamath untuk Pertama Kalinya

CALIFORNIA – Air mengalir deras di Sungai Klamath untuk pertama kalinya dalam satu abad. Air di belakang tiga bendungan sungai telah dilepaskan, menandai tonggak sejarah dalam upaya memulihkan ekosistem sungai yang rusak.

Seperti dilansir IFL Science, Minggu (28/1/2024), pembongkaran bendungan tersebut merupakan hasil kerja bertahun-tahun Klamath Natives, aktivis lingkungan, dan pemerintah federal.

Bendungan ini dibangun pada awal abad ke-20 untuk irigasi dan pembangkit listrik tenaga air, namun memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap ekosistem sungai.

Air yang mengalir bebas akan membantu memulihkan habitat salmon di Sungai Klamath, yang sudah sangat terkuras.

Salmon adalah bagian penting dari budaya dan perekonomian Klamath dan menyediakan makanan bagi banyak hewan lainnya.

Menghapus bendungan juga akan membantu meningkatkan kualitas air di Sungai Klamath.

Bendungan ini menghalangi aliran air dan menyebabkan penumpukan sedimen, yang menyebabkan polusi dan kesehatan air yang buruk.

Air yang mengalir bebas dari Sungai Klamath merupakan keuntungan besar bagi lingkungan dan komunitas Klamath.

Hal ini merupakan langkah penting dalam upaya memulihkan ekosistem sungai yang rusak dan menjamin kelangsungan hidup ikan salmon.

Daftar Ilmuwan Islam yang Coba Dihilangkan dalam Sejarah Dunia

KAIRO – Ilmuwan Islam telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Namun kontribusinya seringkali dilupakan atau diabaikan dalam sejarah dunia, khususnya oleh Barat.

Ada banyak alasan mengapa hal ini terjadi. Salah satu alasannya adalah kurangnya minat terhadap sejarah Barat.

Sejarah Barat sering menggambarkan sejarah sains sebagai perkembangan linier, dimulai dari Yunani kuno dan berlanjut hingga Eropa.

Menurut laporan Teheran, hal ini berarti kontribusi para ilmuwan Islam seringkali diabaikan atau bahkan dianggap sebagai karya ilmuwan Barat.

Alasan lain yang menyebabkan kita melupakan kontribusi ilmuwan Islam adalah karena perang salib dan kolonialisme. Kedua peristiwa ini menyebabkan perpecahan antara dunia Islam dan Barat.

Perang salib menimbulkan permusuhan antara kedua faksi, yang berdampak pada pandangan Barat terhadap Islam dan para ulama Islam. Kolonialisme juga menyebabkan konsolidasi budaya dan penyitaan kekayaan intelektual di dunia Islam.

Berikut beberapa cendekiawan Islam yang kontribusinya terhadap sejarah dunia sering dilupakan atau diabaikan:

Ibnu Sina (Avicenna), seorang filosof, ilmuwan dan dokter yang hidup pada abad ke 10. Ia dikenal sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan di dunia. Karyanya di bidang kedokteran, matematika, astronomi dan filsafat masih dipelajari sampai sekarang.

Al-Khawarizmi, seorang matematikawan dan astronom yang hidup pada abad kesembilan. Ia dikenal sebagai “bapak aljabar” dan “bapak trigonometri”. Kiprahnya di bidang matematika dan astronomi memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Barat.

Bagian Pertama Gulungan Vesuvius yang Hangus Akhirnya Bisa Dibaca

JAKARTA – Gulungan Vesuvius merupakan dokumen kuno yang terkubur di bawah abu vulkanik letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi.

BACA – Kisah Gunung Kawi, Saksi Berdirinya Kerajaan Singasari dalam Kitab Negarakretagama

Menurut Science Alert, gulungan itu ditemukan di Herculaneum, sebuah kota Romawi yang hancur bersama Pompeii.

Gulungan-gulungan ini terbuat dari kertas, dan karena panas serta tekanan gunung, banyak gulungan yang tersangkut dan sulit dibaca.

Bagian pertama yang dapat dibaca dari gulungan Vesuvius adalah risalah filosofis yang disebut “De Rerum Natura” (Tentang alam) oleh Lucretius. Teks ini memuat filosofi Epicurus yang membahas tentang penciptaan, permulaan kehidupan, dan kematian.

Berikut adalah beberapa bagian dari Gulungan Vesuvius:

“Alam semesta terdiri dari atom dan ruang kosong. Atom tidak dapat dibagi dan dihancurkan. Mereka bergerak melalui ruang kosong dan bertabrakan satu sama lain, menciptakan hal-hal yang berbeda.”

“Kehidupan manusia terbuat dari atom-atom yang sangat halus. Jiwa mati bersama tubuh dan tidak ada kehidupan setelah kematian.”

“Tujuan hidup adalah mencari kebahagiaan. Kebahagiaan bisa didapat dengan hidup sederhana dan menghindari rasa takut dan nafsu.”

Gulungan Vesuvius adalah sumber pengetahuan penting tentang budaya dan pemikiran Romawi kuno. Teks-teks ini memberi Einblick wawasan tentang filsafat, sains, dan agama Romawi pada saat itu.