Peneliti Korsel Ciptakan Nasi yang Mengandung Sapi, Rendah Karbo-Tinggi Protein

Jakarta –

Peneliti Korea Selatan baru-baru ini menciptakan nasi yang terbuat dari campuran daging sapi. Dikatakan kaya nutrisi dan rendah karbohidrat, sedangkan tinggi protein.

Mungkin yang pernah Anda bayangkan hanyalah daging yang ditaburi semangkuk nasi. Namun, tidak dengan nasi ini. Sapi itu sebenarnya ada di dalam nasi.

Klaim gizi Nasi Daging Sapi adalah sebagai berikut: Karbohidrat 48,35 g Protein 3.890 mg Lemak 150 mg

Sebuah tim peneliti Korea Selatan membuatnya menggunakan padi hibrida yang baru mereka kembangkan, yang ditanam di laboratorium dengan otot sapi dan sel lemak dari butiran beras.

Beras kemudian berubah warna menjadi merah muda, sumber proteinnya diklaim mampu menjawab tingginya kebutuhan protein masyarakat dengan harga terjangkau.

“Bayangkan mendapatkan semua nutrisi yang Anda butuhkan dari protein beras yang dibudidayakan dengan sel,” kata penulis utama Sohyeon Park dalam rilis berita Rabu ketika penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Matter.

“Beras sudah memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, namun menambahkan sel ternak dapat meningkatkannya lebih jauh lagi.”

Bagaimana Peneliti Membuat Nasi Daging Sapi

Pertama, mereka melapisi nasi dengan gelatin ikan agar sel dagingnya lebih menempel. Kemudian, mereka memasukkan sel induk otot dan lemak sapi ke dalam butiran beras, yang kemudian dikultur dalam cawan petri.

Hewan memiliki ‘perancah biologis’ mikroskopis yang membantu sel membangun jaringan dan organ, dan butiran beras mengandung struktur berpori dan terorganisir yang meniru perancah ini, serta molekul yang memberi nutrisi pada sel-sel ini.

Sel-sel berdaging ini kemudian tumbuh di permukaan bulir beras dan di dalam bulir. Setelah sekitar 9 hingga 11 hari, produk akhirnya tersedia. Menurut penelitian, tekstur dan rasa nasi daging sapi mirip dengan sushi daging sapi.

Ini memiliki tekstur, profil nutrisi dan rasa yang berbeda dari butiran beras tradisional.

Nasi daging sapi lebih keras dan renyah dibandingkan nasi biasa, yang memiliki tekstur lengket dan lembut serta lebih tinggi protein dan lemak, demikian temuan penelitian. Para ilmuwan menganalisis nasi dengan cara dikukus dan menemukan bahwa nasi dengan massa otot lebih tinggi berbau seperti daging sapi dan almond, sedangkan nasi dengan lebih banyak lemak berbau seperti krim atau minyak kelapa.

“Produk pangan baru telah dikembangkan yang dapat mengatasi krisis pangan umat manusia,” kata studi tersebut, seraya menambahkan bahwa solusi baru sangat penting untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang semakin meningkat, ancaman penyakit menular, perubahan iklim, dan kelangkaan sumber daya.

Berbicara kepada CNN pada hari Kamis, Park mengatakan timnya telah bereksperimen dengan berbagai jenis makanan, namun model sebelumnya tidak terlalu berhasil. Misalnya, mereka mencoba memasukkan sel daging hewan ke dalam kedelai dengan menggunakan metode serupa, namun perancah seluler pada kedelai terlalu besar, sehingga konsumen tidak dapat merasakan tekstur dagingnya.

Alternatif daging dan inovasi pangan baru telah menjamur selama bertahun-tahun, mulai dari pilihan nabati seperti Beyond Meat hingga daging yang dikembangkan di laboratorium, semuanya bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, khususnya yang dihasilkan oleh peternakan.

Sistem peternakan bertanggung jawab atas 6,2 miliar metrik ton karbon dioksida yang memasuki atmosfer setiap tahunnya. Angka ini setara dengan 12 persen total emisi yang disebabkan oleh aktivitas manusia, menurut angka PBB. Produksi daging sapi merupakan produk yang paling intensif karbon.

Namun, banyak produk alternatif daging yang kesulitan memasuki pasar umum dan menarik konsumen. Setelah debut pasar yang sangat sukses pada tahun 2019, Beyond Meat kehilangan dukungan investor dan pendapatannya anjlok.

Kelompok riset Korea mengatakan produk mereka mungkin memiliki keunggulan, penelitian menggunakan bahan-bahan yang aman, mudah diakses, dan terjangkau, menjadikan produk akhir tahan lama dan ramah kantong untuk pembuatannya.

Berikutnya: Berapa biaya sebenarnya?

(naf/naf)

Kilas Balik Program Sehari Tanpa Nasi di Depok, Belasan Siswa Pingsan 12 Tahun Lalu

Ebadi. Jakarta- Ada banyak alasan untuk tidak mengonsumsi makanan sepanjang hari. Anda mungkin tidak bisa makan karbohidrat atau nasi. Ini pernah menjadi rencana pemerintah kota.

Program Tanpa Beras Sehari dimulai di Depok dua belas tahun yang lalu. Program ini hanya sebatas Surat Edaran No. 010/26-UM yang dikeluarkan Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemkot Depok. Aturan ini berlaku bagi pengelola kantin di instansi pemerintah.

Deriko, Kepala Bagian Humas Pemkot Depok, menjelaskan saat itu kebijakan tersebut dilakukan karena produksi beras di wilayah Depok sangat terbatas. Oleh karena itu penting untuk mengurangi konsumsi nasi.

Derrico menegaskan, sanksi belum diberikan karena kebijakan tersebut hanya diterapkan di lingkungan aparatur pemerintah dan masih bersifat internal tanpa ada batasan yang mengikat. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengubah konsumsi beras ke pangan alternatif.

Derrico juga menekankan bahwa langkah tersebut diambil untuk melindungi ketahanan pangan Derrico, mengingat kenaikan harga beras dapat mempengaruhi kenaikan harga bahan pangan lainnya.

12 siswa pingsan.

Setelah itu program tersebut ditransformasikan menjadi acara besar. Pada tanggal 22 April 2012, Pemerintah Kota Depok meluncurkan acara pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan peserta 24.520 siswa di Kartika Kostrad Silodong Depok 600m. Selama festival ini, 12 mahasiswa departemen tersebut pingsan.

Dia Saadia, yang saat itu menjabat sebagai Kabid Humas dan Protokol Kota Depok, membenarkan ada beberapa mahasiswa yang pingsan dalam acara tersebut. Namun, belum ada angka pasti mengenai jumlah tersebut. “Siswa yang pingsan langsung diberikan pertolongan medis. Namun hanya sedikit,” ujarnya, Minggu. Dikatakan pada 22 April 2012.

Dijelaskannya, kejadian tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi kesehatan peserta, terutama karena terdapat rombongan pelajar berjumlah 24.520 orang di satu tempat. “Kondisi fisik setiap anak berbeda-beda,” ujarnya.

Empat siswa SMPN 3 Depok diberikan infus karena merasa lemas setelah mengikuti program tersebut. Rata-rata saya lemas karena belum sarapan di rumah. Beruntungnya, Pemkot Depok menyediakan ambulans dan tenaga medis ke lokasi tersebut. “Kita harapkan dengan mendukung tenaga kesehatan, setiap jabatan mempunyai perannya masing-masing,” kata Dia Saadia.

Rafi, siswa kelas 1 SMPN 4 Depok, menderita pusing dan mual. Rafi lemas karena biasanya dia tidak sarapan tanpa nasi dan kali ini dia makan makanan yang terbuat dari singkong. Dia berkata, “Saya biasanya minum susu dan makan roti di rumah. Ini adalah sesuatu yang istimewa bagi saya.”

Rafi mendukung cita-cita MURI meraih penghargaan tersebut, namun berharap kedepannya bisa makan nasi lagi dan tidak harus makan kacang-kacangan.

Abdul, siswa SDN 29 Depok, juga menderita sakit kepala. Saya belum makan singkong dan belum makan apa pun sejak pulang, jadi lemas. Gurunya memintanya untuk sarapan tanpa nasi. “Saya tidak pernah makan apa pun kecuali singkong,” katanya.

Petugas ambulans yang hadir di lokasi kejadian menyebutkan, jumlah pelajar yang jatuh sakit sekitar 12 orang. Sejak jam 9.00 WIB saya lemas dan tidak sadarkan diri. Kebanyakan dari mereka berangkat dari rumah pada pukul 06.30 WIB dan tidak sarapan karena sudah diinstruksikan oleh guru untuk tidak makan.

Sebelumnya, skema yang diterapkan pemerintah Kota Dhaka menuai kritik dari berbagai pihak. Saat itu, Dekan Departemen Ilmu Budaya Universitas Indonesia Bambang Wibawarta menilai program tersebut belum cukup matang dan tidak efektif.

Menurut Bambang, kebijakan Wali Kota Depok saat itu, Noor Mahmudi Ismail, bisa berdampak buruk bagi masyarakat. “Kita sebaiknya melakukan survei terlebih dahulu untuk melihat apakah masyarakat bersedia mengonsumsi makanan alternatif seperti singkong,” ujarnya, 15 Februari 2012.

Menyediakan makanan alternatif yang memadai; Ia menekankan perlunya persiapan yang matang termasuk pendistribusiannya secara luas dan mempertimbangkan aspek gizi. Menurutnya, Pemkot Depok belum melakukan persiapan yang matang sehingga kebijakan tersebut dinilai tidak efektif.

Bambang menyoroti tantangan yang dihadapi mentalitas dan budaya masyarakat pemakan nasi. Menurutnya, kebijakan ini akan mengejutkan masyarakat yang terbiasa dengan pola konsumsi beras. Kritik juga datang dari Komite Aksi LSM Pemberantasan Korupsi (KAPEIN).

Koordinator Kapok Kasno menilai kebijakan tersebut tidak masuk akal, apalagi terkait dengan pelarangan pedagang beras menggunakan lift untuk mengantarkan beras ke instansi pemerintah karena alasan penghematan listrik. Kasno mengatakan hal itu diskriminatif dan merugikan pedagang kecil di Depok yang sudah lama memasok makanan untuk pegawai pemerintah.

Bintang Anand | Ilham Gigi

Pilihan Editor: Jangan Menjadi Musuh Karbohidrat Saat Sedang Diet Itu musuh sebenarnya.

Berdasarkan surat suara Prabowo-Gibran, Anis dan Ganjar tertinggal suara di 6 TPS di Rutan Depok. Baca selengkapnya

Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap pemilu 2024 dapat terselenggara dengan lancar, jujur, dan adil, sehingga pemimpin terpilih dapat memberikan hasil yang membawa kemajuan bagi Indonesia. Baca selengkapnya

Wakil Presiden Maroof Amin Komplek Perumahan Mediterania TPS 33 Taman d’Arcadia; Pemungutan suara akan dilaksanakan di Desa Tapos Kecamatan Tapos Depok. Baca selengkapnya

Pemda Kota Depok bermitra dengan bank sampah untuk mengolah sampah bahan kampanye pemilu. Baca selengkapnya

Baca video lengkap dua MLA Golkar dari daerah pemilihan Bekasi dan Depok yang dituduh melakukan pencucian uang.

Ketua Badan Saksi Nasional Partai Golkar Kota (BSNPGD) Kota Depok mengatakan partainya menolak politik uang dan mematuhi aturan dan ketentuan terkait. Baca selengkapnya

Terdakwa melimpahkan dugaan penipuan yang dilakukan calon DPRD tersebut kepada Ketua DPC PKB Kota Depok M. Faizin. Baca selengkapnya

Rainy Fahad Arafik merupakan calon dari Partai Golkar DPR RI untuk daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok. Baca selengkapnya

Anggota FBR Indra Zulkarnain yang terdapat noda darah di bajunya diduga sebagai pelaku pembunuhan. Baca selengkapnya

Masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia di desa Chilankak, Kecamatan Tapos 2024 beribadah dan mandi di 7 sumur Viharaya Gayatri Celangkap di desa Celangkap, menjelang perayaan Imlek 2575 dan festival Kap Go Meh 2024. Anda dapat membacanya secara lengkap pada hari Jumat tanggal 9 Februari.

10 Makanan Pengganti Nasi yang Nggak Bikin Buncit, Mengenyangkan, Sehat

Jakarta –

Nasi merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia yang tidak lepas dari konsumsi sehari-hari. Beras merupakan sumber energi utama yang memungkinkan tubuh menjadi produktif.

Selain nasi, ternyata ada 10 pilihan lain yang memberikan manfaat serupa. Pilihan ini bisa menjadi alternatif bagi Anda yang bosan makan nasi atau mencoba makanan lain.

Sebagai pengganti nasi, tersedia berbagai macam umbi-umbian, sayuran, dan biji-bijian. Berikut informasi lengkap mengenai diet dan manfaatnya. 1. biji gandum

Quinoa merupakan sejenis biji-bijian yang telah menjadi makanan pokok di Amerika Selatan selama ribuan tahun. Bijinya bisa dijadikan pengganti nasi karena mengandung sembilan asam amino esensial.

Makanan ini juga merupakan nutrisi yang menyehatkan jantung dan memiliki efek hipoglikemik yang dapat membantu menurunkan gula darah. Kandungan proteinnya jauh lebih tinggi dibandingkan nasi. 2. Jelai

Barley adalah biji-bijian yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Pengganti nasi ini cocok untuk orang yang ingin mengonsumsi makanan kaya serat.

Barley mengandung antioksidan yang disebut lignan yang membantu melindungi dari kerusakan sel. Kandungan serat dan proteinnya jauh lebih tinggi dibandingkan nasi. Selain itu, jelai mengandung lebih dari 30 nutrisi, misalnya fitosterol, beta-glukan, tokol, dan mineral yang dapat membantu melawan asam urat dan kanker. Roti

Sukun kaya akan karbohidrat dan protein serta rendah kalori. Mengutip buku Beberapa Tanaman Sumber Karbohidrat karya Nisa Amalia, remah roti mengandung asam amino esensial yang tidak diproduksi tubuh manusia. Jika dijadikan tepung, nilai gizinya sama dengan beras. 4. Kubis

Kubis merupakan salah satu sayuran yang bisa dijadikan alternatif pengganti nasi. Biasanya orang memakan kubis dengan cara diparut.

Sayuran ini rendah kalori dan karbohidrat, serta kaya vitamin dan mineral. Kubis juga kaya akan kalsium, senyawa bioaktif, vitamin C, dan vitamin E. Kandungan tersebut membuat kubis mampu melindungi tubuh dari kolesterol tinggi, gangguan liver, pankreatitis, dan penyakit jantung. Kol bunga

Selain kubis, kembang kol juga bisa dijadikan pengganti nasi. Sayuran ini bisa Anda santap dengan cara dipotong kecil-kecil agar teksturnya menyerupai nasi. Kembang kol rendah karbohidrat dan kalori. 6. Brokoli

Sama seperti kembang kol, brokoli juga merupakan alternatif pengganti nasi bagi mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat atau rendah kalori. Brokoli mengandung antioksidan kuat dan mampu melawan kanker.

Sayuran ini juga mengandung 92,5 mg vitamin C yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Jumlah vitamin C yang dianjurkan adalah 90 mg untuk pria dan 75 mg untuk wanita. Shirataki

Shirataki adalah makanan populer di sebagian Asia. Makanan pengganti nasi yang cocok ini rendah karbohidrat dan kalori serta kaya serat glukomanan.

Mirip dengan kentang, shirataki dibuat sebagai sereal berupa nasi. 100 gram nasi shirataki menyediakan 10 kalori dan 5 gram karbohidrat. kentang

Pengganti nasi selanjutnya adalah kentang. Cara konsumsinya bisa dengan direbus, dikocok atau dibakar.

Umbi jenis ini sudah dimakan sejak zaman dahulu. Khasiat kentang diantaranya adalah : efek antioksidan, efek anti inflamasi, efek anti kanker, menurunkan kolesterol, menurunkan gula darah. 9. Ubi jalar

Ubi jalar mengandung karbohidrat, zat gizi mikro, serat dan mineral. Jika dimakan, ubi jalar dapat membantu melindungi terhadap penyakit kardiovaskular dan kanker berkat sifat antioksidannya. 10. nasi merah

Menurut Better Homes & Gardens, nasi merah bisa menjadi alternatif yang bagus untuk nasi putih. Beras merah sendiri merupakan gandum utuh yang memiliki protein 25% lebih banyak dan serat enam kali lebih banyak dibandingkan nasi putih. Nasi merah membutuhkan waktu lebih lama untuk dimasak dibandingkan nasi putih.

Itulah beberapa rekomendasi pengganti nasi yang bisa Anda konsumsi. Apakah Anda ingin mencoba salah satunya? Saksikan video “Apa Kata Penjual Tentang Masakan ‘Nasi Minyak’ Bebek Surabaya yang Viral” (baris/baris)