Profil Pangeran Cendana Darma Mangkuluhur, Anak Tommy Soeharto yang Bikin Lapangan Golf Rp1,2 T

JAKARTA – Putra Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hotomo, menjadi pemberitaan setelah ia berinvestasi Rp1,2 triliun untuk proyek pembangunan lapangan golf di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Investasi tersebut akan disalurkan oleh PT Intra Golflink Resorts (IGR). Pangeran Sandana, cucu Presiden Soeharto, menjabat sebagai komisaris di IGR. IGR saat ini membawahi tiga lapangan golf, yaitu Palm Hills Golf Club Bogor, New Kuta Golf Bali, dan Black Rocks Golf Belitung. Perluasan lapangan golf melihat semakin banyak peluang.

Berdasarkan laporan, pengunjung IGR Golf Course terus meningkat. IGR mencatat pengunjung lapangan golfnya sebanyak 88.331 pegolf pada tahun 2020, meningkat menjadi 124.020 pada akhir tahun 2023. Rata-rata pengunjung lapangan golf tersebut adalah kalangan muda.

Tak hanya di IGR, pria kelahiran 8 Agustus 1998 ini juga menjabat sebagai komisaris di perusahaan ayahnya, PT Visma Purnayudh Putra. Beliau juga mengepalai PT Humpus Land, anak perusahaan Humpus Group yang bergerak di sektor properti, konstruksi, dan real estate.

Darma merupakan anak sulung dari Tommy Soeharto dan Tata Kahyani. Sebagai cucu Presiden Soeharto, ia mewarisi kekayaan dan kepentingan bisnis keluarga Chandan. Di usianya yang masih muda, ia menjalankan beberapa usaha, baik yang diwariskan oleh ayahnya maupun usaha yang dikelola sendiri.

Tahun lalu, pendudukan Darma membuat heboh ibu kota. Ternyata dialah yang menciptakan lounge di The Sky Jakarta, restoran bagus pertama di Indonesia yang berjarak 50 meter. Ia juga memiliki restoran BOCA RICA Tapas Bar & Lounge, sebuah restoran Spanyol di Jakarta.

Darma menyelesaikan sekolah menengah atas di Overseas Family School di Singapura pada tahun 2016. Ia juga berhasil lulus dari EU Business School, Barcelona, ​​​​Spanyol 6 tahun. Mengikuti jejak ayahnya, Darman menekuni dunia balap sejak usia 8 tahun. Dharma juga sukses mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional.

Orang Tua Permisif Picu Kenakalan Anak Penyebab Perundungan

Ebadi, Jakarta – Kepala Staf Medis Psikiatri RS Nasional, Dr. Sipto Mangunkusumo Jakarta, Pvt. Dr. Dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K) mengatakan, lingkungan psikososial anak yang permisif dan perilakunya yang tidak disiplin dapat membuat anak merasa tidak enak dan dibiarkan berperilaku seenaknya.

“Lingkungan sekolah atau rumah itu permisif, jadi kalau nakal ya nggak apa-apa. Kadang mereka melakukannya ke orang lain karena kebiasaan lingkungannya. Atau bisa juga karena faktor sekolah, kalau kurang disiplin, hal ini memiliki konsekuensi yang jelas bagi anak-anak. Mereka dapat membuat mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan tanpa hal tersebut,” kata Tazhin.

Ia mengatakan, anak-anak yang melakukan intimidasi atau penindas seringkali terlihat sangat nakal atau ceroboh dan mungkin memiliki kecenderungan khusus seperti hiperaktif. Anak-anak berperilaku buruk karena tidak ada konsekuensi yang jelas atas tindakan mereka dari orang tua atau guru dan mereka merasa lebih kuat dibandingkan lawan mereka yang ditindas.

Pengalaman masa kecil menjadi korban juga dapat memengaruhi orang yang melakukan intimidasi. Hal ini mempengaruhi perilakunya sebagai orang dewasa dan dia selalu mencari cara untuk memberikan tekanan pada korbannya.

“Pengalaman bullying di masa kecil bisa berdampak pada perkembangan kepribadian seseorang, ada dampaknya. Kalau sudah dewasa sebaiknya konsultasikan masalah atau penyakit apa yang dideritanya,” jelasnya.

Gangguan perilaku: Selain itu, anak dengan gangguan jiwa dan kecenderungan khusus seperti perilaku hiperaktif, impulsif, atau ADHD juga dapat menjadi korban bullying atau anak nakal karena tidak dapat tetap tenang dan mengontrol perilakunya seperti mendorong teman sebayanya. Pelaku yang tetap melakukan hooliganisme meski sudah rekonsiliasi harus diberi penyuluhan karena nantinya permasalahan tidak akan terselesaikan dan korbannya akan semakin bertambah. Pelaku perlu mencari konseling mengenai masalah atau penyakit yang dialaminya.

Ia mengatakan, dampak perundungan terhadap korbannya tidak main-main. Korban dapat mengembangkan berbagai masalah emosional dan perilaku serta berbagai kondisi mental yang mengarah pada kecemasan, depresi dan kegagalan dalam kehidupan sosial akademik dan sekolah.

Hingga saat ini, Tjhin mengatakan, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa pelaku bullying bisa sembuh dan tidak mengulangi perbuatannya. Namun, dukungan keluarga dan peran guru di sekolah sangat dibutuhkan untuk membina anak-anak yang ditindas atau menjadi korban sehingga semua orang dapat menjaga perdamaian.

Apakah ada dukungan bagi siswa yang mengalami perundungan? Kalau kita bicara keluarga, kita perlu melihat apakah keluarga bisa mendukung atau melindungi siswa yang mengalami perundungan, ujarnya.

Pilihan Editor: Psikiater memperingatkan dampak bullying terhadap prestasi akademik anak

Presiden Hongaria mengundurkan diri setelah memberikan amnesti kepada pelaku pelecehan anak

Nam Joo Hyuk sempat dituding mengancamnya pada tahun 2022. Kini tuduhan itu terbukti tidak berdasar. Baca selengkapnya

Komite Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Rusia untuk berhenti mengeluarkan paksa anak di bawah umur dari Ukraina. Baca selengkapnya

Calon DPRD NasDem divonis 6 bulan penjara karena melibatkan anak saat kampanye Baca Selengkapnya

Nikita Wiley memahami bahwa kunci pola asuh yang baik adalah dengan menerapkan rutinitas harian yang teratur, bahkan sebagai ibu yang bekerja. Baca selengkapnya

Ibu perlu menerapkan pola pengasuhan yang fokus pada aspek tumbuh kembang anak sesuai usianya yang dikenal dengan istilah smart parenting. Lihat manfaatnya. Baca selengkapnya

Pelajari jenis dan dampak bullying sehingga Anda tahu cara menghadapinya dan mencegahnya di lingkungan Anda. Baca selengkapnya

Seorang pria berusia 32 tahun diamankan petugas keamanan Pemkot Tangsel. Diakui sebagai pedofil. Baca selengkapnya

Sebuah LSM mengungkapkan bahwa Inggris memiliki insiden serangan kimia atau asam tertinggi di dunia. Baca selengkapnya

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gavir meminta maaf setelah putranya menyatakan Presiden AS Joe Biden menderita Alzheimer Baca selengkapnya

Program Keuangan Berkelanjutan, TJSL Bank DKI Fokus Penanganan Stunting

Ebadi, JAKARTA – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank DKI menyalurkan dana sebesar 5,1 miliar

Penyelenggaraan program TJSL Bank DKI merupakan bagian dari program pembiayaan berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta.

Baca juga: Bank DKI Ikuti Program Gizi Cukup Jakarta Atasi Instabilitas

Plt Direktur Bank Amirul Wikasono mengatakan, program TJSL tahun ini fokus pada pengelolaan fesyen di Jakarta.

“Dengan berpartisipasi aktif dalam program ini, Bank DKI berkomitmen untuk berkontribusi aktif kepada masyarakat dan mendukung program pencegahan dan pengobatan yang luar biasa di Jakarta,” kata Amirul dalam keterangannya, Senin (5/2).

Baca juga: Di Tengah Naiknya Harga Bahan Pokok, GMGM DKI Jakarta Berbagi Makan Siang

Bank telah bermitra dengan Yayasan Filantropi DKI, RSUD Tanah Abang dan Puskesmas Petojo Selatan dan Kabupaten Petojo Selatan untuk melaksanakan program pencegahan dan penanganan yang mengesankan.

Mereka memberikan konseling tumbuh kembang anak dan pemberian nutrisi tambahan di kawasan Kelurahan Petojo Selatan, Jakarta Pusat.

Partisipasi Bank DKI dalam program ini juga merupakan implementasi rencana aksi keuangan berkelanjutan Bank DKI tahun 2024, ujarnya.

Menurutnya, program promosi dan pemusnahan yang luar biasa ini merupakan bentuk dukungan terhadap program kerja Pemprov DKI terkait pemusnahan ular piton dengan memberikan makanan tambahan.

Amirul berharap program pengobatan yang mengesankan ini dapat mendukung poin 2 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), poin 3 tentang kondisi hidup sehat dan sejahtera, untuk menciptakan kondisi bebas kelaparan.

“Kami percaya bahwa bersama-sama kita dapat membuat perbedaan positif dalam mengatasi masalah kesehatan penting seperti obesitas,” katanya.

Dalam rangkaian program pencegahan dan pengobatan yang mengesankan, Bank DKI juga melakukan kampanye terkait tumbuh kembang anak yang dilakukan oleh petugas kesehatan di RSUD Tanakh Abang.

Bank DKI juga menyalurkan berbagai bahan pangan bergizi berupa telur, susu, kue kering, dan ayam kepada anak-anak terdampak penutupan di wilayah Kecamatan Petojo Selatan, Jakarta Pusat.

Makanan ini akan tersedia untuk 4 bulan ke depan.

Amirul mengatakan, kedepannya Yayasan Filantropi akan terus memantau tumbuh kembang anak-anak yang telah dibantu untuk menghadapi kehebatan.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank DKI Ari Rinaldi juga mengatakan pihaknya akan terus menjalankan program pembiayaan berkelanjutan DKI di Jakarta, termasuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan DKI di seluruh wilayah.

Dukungan bank terhadap program pencegahan dan mitigasi DKI mencerminkan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial yang telah menjadi bagian integral dari operasional bank, kata Ari. (Mcr4/jpnn)