Sulit Dapat Vaksin Covid-19 Booster? Ternyata Stoknya Tinggal 1 Juta Dosis!

Wecome Ebadi di Situs Kami!

Ebadi – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui stok vaksin Covid-19 di Indonesia semakin menipis dan sangat terbatas, hanya tersisa satu juta dosis. Sulit Dapat Vaksin Covid-19 Booster? Ternyata Stoknya Tinggal 1 Juta Dosis!

Direktur Pengelolaan Vaksinasi Kementerian Kesehatan Prima Youssin mengatakan, tidak ada vaksin yang ditinggalkan pemerintah pusat dan didistribusikan ke berbagai daerah. Sempat Mengidap Kanker Langka, Bagaimana Kabar Bams ‘Samson’ Sekarang?

“Mungkin stok vaksinnya satu juta dosis ya, sudah ada di daerah, bukan di pusat. Vaksinnya kita kirim semua ke daerah, jadi ada di daerah,” kata Prima kepada Ebadi, beberapa waktu lalu. di Jakarta.

Menurut Prima, saat ini pemerintah pusat belum menerima pengiriman vaksin dari luar negeri dan masih menunggu selesainya produksi vaksin dalam negeri. Vaksin Nocentra yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan Travan Agus Putranto semakin dikenal masyarakat. Tanpa ragu, vaksin ini diuji oleh Jurnal Internasional.

“Tapi vaksinnya masih belum ada stok. Ini vaksin yang datang sejak kemarin, ada yang dukungan eksternal, ada yang kita beli, ada yang COVAX dengan bantuan WHO,” kata Youssin.

Situasi ini juga membuat masyarakat Indonesia sulit mengakses vaksin Covid-19, termasuk booster sebagai syarat perjalanan domestik dan internasional.

Jadi tidak seperti dulu yang bisa langsung mendapat kesempatan ketika datang ke Fuscams. Saat ini sebagian besar masyarakat harus mendaftar agar vaksin tidak terbuang percuma karena persediaan yang sedikit dan terbatas.

Tapi nyatanya tidak semua puskesmas kosong, asal tidak seperti dulu yang kebanjiran, lanjut Prima. Sulit Dapat Vaksin Covid-19 Booster? Ternyata Stoknya Tinggal 1 Juta Dosis!

Dampaknya, kini Kemenkes hanya bisa memetakan wilayah yang kebutuhan vaksinasi Covid-19nya tinggi atau wilayah yang cakupan vaksinasi Covid-19 masih rendah.

“Yang kita lakukan saat ini adalah pemetaan, di kabupaten mana saja yang vaksinasinya masih banyak, tapi lajunya tidak terlalu cepat? Kita minta agar dialihkan ke kabupaten lain seperti ini sekarang,” pungkas Prima.