Razia Polisi Ini Dapat Banyak Apresiasi dari Warganet

Selamat datang Ebadi di Situs Kami!

Surakarta, 20 Desember 2023 – Penyerangan tersebut merupakan bagian dari upaya polisi untuk menindak pengguna jalan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengurangi angka kriminalitas khususnya terkait kendaraan. Razia Polisi Ini Dapat Banyak Apresiasi dari Warganet

Meski tujuannya positif, banyak orang yang mengeluhkan serangan polisi. Hal ini biasanya datang dari masyarakat yang tidak menghormati kode etik jalan raya. Xiaomi Resmi Luncurkan Mobil Listrik Pertama, Ini Spesifikasinya

Pelanggaran yang diamati mulai dari SIM dan STNK yang sudah habis masa berlakunya, mengendarai sepeda motor tanpa helm, hingga berkendara dengan lebih dari 2 orang.

Namun belakangan, penyerangan polisi mendapat banyak pujian dari netizen di Surakarta. Dilansir Ebadi Otomotif dari laman Instagram @infocegatansukoharjo, pihak berwenang menyasar pelanggaran terkait penggunaan knalpot brong pada sepeda motor.

Menurut informasi yang terdapat dalam video yang dipublikasikan di Internet, dalam satu malam, penyerangan Polisi menyita ratusan kuda besi yang membuat keributan di tempat pemberian pakan.

“Malam harinya 182 Brong Knalpot Ranmor ditahan” oleh pihak Polres Surakarta, tulis pengelola akun.

Serangan ini sangat diapresiasi karena diyakini dapat menenangkan lingkungan dan memiliki tingkat kebisingan yang rendah.

“Nek ngene iki mbendino, aku setuju, nah Sukoharjo itu sejuk tanpa kebisingan (kalau setiap hari seperti ini, aku setuju, biar Sukoharjo tenang tanpa kebisingan),” ujar netizen tersebut.

“Depan UNS Pak Adi Sumarmo di jalan, sangat mengganggu, kasihan bagi pengendara sepeda yang membawa anak-anak,” komentar warganet lainnya.

Sekadar informasi, penggunaan pipa knalpot bersuara keras yang disebut knalpot brong dilarang di Indonesia dan diatur dalam Pasal 285 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Razia Polisi Ini Dapat Banyak Apresiasi dari Warganet

Dalam pasal tersebut disebutkan, jika sepeda motor tidak memenuhi syarat teknis dan tidak melaju di jalan, maka penggunanya terancam pidana penjara 1 bulan atau denda Rp 150.000. Perdana Menteri Unissula Semarang menerima kunjungan petugas polisi dan memintanya membuat video memuji Jokowi: Saya menolak! Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang Profesor Gunarto mengaku menerima kunjungan petugas kepolisian dan mantan perdana menteri di Solo untuk membuat video puji-pujian kepada Jokowi Ebadi 13 Februari 2024