Mengenal Rhesus Negatif, Golongan Darah Langka di Indonesia

Wecome Ebadi di Portal Ini!

Jakarta – Mengenal Rhesus Negatif, Golongan Darah Langka di Indonesia

Ada empat golongan darah utama yang diketahui yaitu A, B, AB dan O. Masing-masing golongan darah tersebut dapat berupa rhesus (Rh) positif atau Rh negatif.

Rh positif merupakan golongan darah Rhesus yang paling banyak ditemukan di dunia, termasuk Indonesia. Sebaliknya, rhesus negatif jarang terjadi.

Diperkirakan hanya 15% orang di seluruh dunia yang memiliki Rh negatif. Sedangkan di Indonesia, hanya 1% dari total penduduk yang memiliki rhesus, seperti dikutip dari situs Indonesia Rhesus Negatif. Oleh karena itu, rhesus negatif merupakan golongan darah yang langka di Indonesia. Kemenkes RI Luncurkan Gerakan Perubahan Budaya Kerja dan Rebranding Identitas

Ingin tahu tentang golongan darah langka ini? Yuk kenali Rh negatif pada penjelasan di bawah ini. Apa itu Rh negatif?

Golongan darah biasanya dikenal dengan nama A, B, AB, O. Namun jika Anda pernah melihat tanda positif atau negatif di sebelah golongan darah Anda, itu disebut faktor rhesus.

Dilansir Cleveland Clinic, rhesus merupakan salah satu jenis protein yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Jika seseorang memiliki protein ini dalam sel darah merahnya, maka golongan darahnya adalah Rh positif. Dan jika protein ini tidak ditemukan, maka orang tersebut memiliki Rh negatif.

Golongan darah, termasuk faktor Rh, diwarisi dari orang tua kandung. Artinya, seseorang bisa mewarisi salinan antigen RhD dari salah satu atau kedua orang tuanya. Namun, seseorang bisa memiliki rhesus negatif hanya jika dia tidak mewarisi salinan antigen RhD dari orang tuanya.

Misalnya, ketika seorang wanita dengan Rh-negatif hamil, dia akan memiliki anak dengan Rh-positif jika golongan darah suaminya Rh-positif.

Jika pasangan tersebut memiliki dua salinan antigen RhD, anak tersebut akan memiliki darah rhesus positif. Namun jika suami mempunyai satu salinan antigen RhD, maka kemungkinan anaknya memiliki Rh positif adalah 50% dan Rh negatif adalah 50%.

Rh negatif bukan berarti golongan darahnya sakit. Secara umum faktor Rh tidak mempengaruhi kesehatan. Namun, rhesus menjadi penting selama kehamilan dan persalinan karena bayi mungkin berisiko terkena penyakit rhesus. Risiko penyakit Rhesus

Mengutip laman National Childbirth Trust, penyakit rhesus atau penyakit hemolitik pada janin dan bayi baru lahir. Penyakit ini dapat menyebabkan bayi mengalami anemia dan penyakit kuning. Sebab, antibodi dalam darah ibu hamil menyerang sel darah bayi.

Penyakit Rhesus merupakan penyakit langka dan dapat diobati. Penyakit ini bisa terjadi bila ibu memiliki darah Rh negatif dan bayinya memiliki darah Rh positif.

Kemudian ibu tersebut pernah terpapar darah Rh positif di masa lalu dan telah mengembangkan respons imun terhadapnya. Mengenal Rhesus Negatif, Golongan Darah Langka di Indonesia

Sekitar setengah dari kasus penyakit rhesus bersifat ringan dan biasanya memerlukan sedikit pengobatan. Dan bayinya selalu diawasi selama hamil. Transfusi darah mungkin diperlukan saat bayi masih dalam kandungan, namun hal ini jarang terjadi.

Penyakit Rhesus dapat dicegah dengan menyuntikkan imunoglobulin anti-D. Jika wanita hamil memiliki Rh negatif dan pasangannya memiliki darah Rh positif, dokter mungkin akan menawarkan suntikan anti-D.

Anti-D dapat disuntikkan sebagai dosis tunggal antara minggu ke-28 dan ke-30 kehamilan. Atau bisa juga dengan dua dosis pada minggu ke 28 dan minggu ke 34.

Selain rhesus negatif, darah AB juga termasuk golongan darah langka di Indonesia, menurut situs resmi Kementerian Kesehatan RI. Di Indonesia diketahui terdapat sekitar 3 juta orang dengan darah AB pada populasi umum. Tonton video “Langka! Golongan Darah P Ditemukan di China” (fds/fds)