Mengenal Faktor Risiko Hipertensi pada Anak

Selamat datang Ebadi di Portal Ini!

Ebadi Lifestyle – Hipertensi atau tekanan darah tinggi bukan lagi masalah kesehatan yang hanya dialami orang dewasa saja. Sayangnya, tekanan darah tinggi juga bisa dialami pada anak-anak yang disebut dengan hipertensi pediatrik (HTN). Insiden ATS pada anak-anak meningkat: 15-19% pada anak laki-laki, 7-12% pada anak perempuan. Mengenal Faktor Risiko Hipertensi pada Anak

Fakta yang perlu diperhatikan adalah jika hipertensi pada anak tidak ditangani dengan baik, maka dapat menetap hingga dewasa dan menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan organ, stroke, dan gagal jantung. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah secara rutin setiap tahun setelah usia tiga tahun sangatlah penting. Gulir ke bawah untuk melihat artikel selengkapnya. 80 Persen Perempuan Pakai Bra dengan Ukuran Tak Pas, Pakar Beri Saran

Di Indonesia sendiri, angka kejadian hipertensi pada anak usia 6 hingga 18 tahun mencapai 18,9%. Hal tersebut disampaikan dr Heru Muryavan, Sp.A(K), anggota Satgas Koordinasi Nefrologi (UKK) IDAI pada seminar media Hipertensi pada Anak. Klasifikasi hipertensi

Hipertensi pada anak dapat dibagi menjadi dua klasifikasi utama, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Berikut penjelasannya. 1. Hipertensi primer

Hipertensi primer disebabkan oleh beberapa faktor multifaktorial seperti obesitas, resistensi insulin, aktivasi sistem saraf simpatis, faktor genetik dan program janin. 2. Hipertensi sekunder

Sedangkan hipertensi sekunder terjadi akibat penyakit lain seperti kelainan ginjal, koarktasio aorta, penyakit parenkim ginjal, artritis sistemik, tumor, disfungsi endokrin, dan paparan lingkungan atau obat-obatan. Faktor risiko hipertensi pada anak (HTA)

Ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi pada anak. Keturunan, dimana terdapat riwayat hipertensi dalam keluarga menjadi salah satu faktor utamanya. Selain itu, anak dengan kelainan jantung bawaan, kurang aktivitas fisik, konsumsi garam, lemak, dan gula berlebihan, serta anak yang lahir dengan berat badan lahir rendah namun kelebihan berat badan juga berisiko lebih besar terkena hipertensi.

Pencegahan hipertensi pada anak dapat dimulai dengan pola hidup sehat, antara lain aktivitas fisik yang cukup, pola makan seimbang, dan membatasi asupan garam, lemak, dan gula. Penting bagi orang tua untuk memantau kesehatan anak mereka secara teratur dan mencari pertolongan medis jika gejala atau risiko hipertensi teridentifikasi. Mengenal Faktor Risiko Hipertensi pada Anak

Dengan pemahaman dini dan tindakan pencegahan, kita dapat menjaga kesehatan anak dan mencegah risiko hipertensi yang dapat berdampak serius di masa dewasa. Karena itulah Giselle memberikan dukungan kepada keluarga tersangka kematian Dante. Pernyataan Giselle menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat, terutama karena mayoritas masyarakat mengecam YA atas kasus pembunuhan tersebut. Ebadi 13 Februari 2024