Krisis Iklim di Jawa Timur, Walhi: Faktor Alam dan Kebijakan Tata Ruang yang Keliru

Selamat datang Ebadi di Situs Kami!

Ebadi, Jakarta – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) membeberkan berbagai kerugian yang akan terjadi di Jawa Timur akibat krisis iklim pada tahun 2023. CEO Walhi Jatim Wahyu Eka Setiawan mengatakan, terjadi pencemaran lingkungan di Tanah Air, provinsi tersebut berdampak langsung dan tidak langsung terhadap 500 ribu jiwa. Krisis Iklim di Jawa Timur, Walhi: Faktor Alam dan Kebijakan Tata Ruang yang Keliru

“Ini bukan hanya faktor alam. Namun ada juga tindakan pengambil kebijakan yang salah dalam mengatur tata ruang dan mengubah lahan subur menjadi real estate, ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Februari 2024.

Selama setahun terakhir, menurut Wahyu, Jawa Timur dilanda serangkaian bencana iklim, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, kebakaran lahan, hingga tanah longsor. Krisis iklim terus diperburuk oleh kesalahan para pengambil kebijakan dalam pengelolaan tata ruang. Konversi lahan menjadi properti, misalnya, mengurangi ketersediaan pangan.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirangkum Walhi, luas panen padi di Jatim akan berkurang menjadi 7,65 ribu hektar pada tahun 2023, atau berkurang 0,45 persen dibandingkan luas pada tahun 2022. Di Kota Surabaya, Wahyu mengatakan, Beberapa kawasan yang dulunya merupakan lahan pertanian telah berubah fungsi dalam rencana tata ruang terbaru. Google Luncurkan Pembaruan Android 13 QPR1 Beta 3 untuk Pixel 4a ke Seri Pixel 7

Tugas penataan ruang masih ada di beberapa daerah, mulai Sidoarjo, Gresik, Mojokerton, dan Malang Raya. Beberapa lahan di Trenggalek, Blitar, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi juga terdaftar sebagai konsesi mineral yang tumpang tindih.

Menurut Wahyu, rencana kebijakan tata ruang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pemilihan calon kepala daerah pada Pilkada serentak November 2024. Pasalnya, seiring berjalannya waktu, semakin banyak kebijakan yang tidak sesuai. ada. tidak ada pihak yang berpihak pada krisis iklim. case “Prinsip seleksi pemulihan dapat dijadikan pedoman bagi seluruh masyarakat khususnya di Jawa Timur.”

FAJRIADI ALIF ILHAM

Selalu update informasi terkini. Simak berita terkini dan berita pilihan dari Ebadi di channel Telegram “Ebadi Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk berpartisipasi. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram.

Beberapa restoran menawarkan promosi atau diskon berupa potongan harga atau rabat di Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari Sabtu.

Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Zenzi Suhadi, mengkritik rencana pemerintah untuk mengatasi kepemilikan pangan di beberapa daerah lainnya. Menurut dia, rencana tersebut hanya membuang-buang uang negara. Baca selengkapnya

Dalam perbincangan dengan Ganjar, Zenzi mengatakan, Walhi juga memaparkan solusi pertumbuhan ekonomi yang tidak merugikan lingkungan. Baca selengkapnya

Forum Konservasi Gajah Indonesia menduga kekacauan atau ketidakteraturan pergerakan gajah dari habitatnya disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan. Baca selengkapnya

Walhi menemukan kerusakan lingkungan akibat hilirisasi industri nikel di Maluku Utara. Baca selengkapnya

Berita Terkini: Hilirisasi Nikel Hancurkan Ratusan Ribu Hektar Hutan Malut, Ombudsman Temukan Maladministrasi di Proyek Rempang Eco-City. Baca selengkapnya Krisis Iklim di Jawa Timur, Walhi: Faktor Alam dan Kebijakan Tata Ruang yang Keliru

Penelitian Forum Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi menemukan kerusakan nikel di hilir Teluk Weda dan Pulau Obi, Maluku Utara. Baca selengkapnya

Kelompok masyarakat sipil mengungkap data kerusakan hutan akibat hilirisasi nikel di Maluku Utara. Baca selengkapnya

Pemotongan nikel yang dilakukan Presiden Jokowi di Maluku Utara dikatakan menghasilkan pertumbuhan ekonomi, namun angka penduduk miskin justru meningkat. Baca selengkapnya

WALHI Sulawesi Tengah mengatakan, kita tidak perlu lagi membicarakan nikel yang rendah. Jelas tidak ada yang menyenangkan rakyat. Baca selengkapnya