Kominfo: Starlink Wajib Berbadan Hukum dan Terapkan Tarif Adil Jika Ingin Masuk Indonesia

Wecome Ebadi di Portal Ini!

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Cominfo) mewajibkan layanan Internet Starlink milik Elon Musk berbadan hukum lokal jika ingin menjualnya di Indonesia. Kominfo: Starlink Wajib Berbadan Hukum dan Terapkan Tarif Adil Jika Ingin Masuk Indonesia

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Indra Maulana, Sekretaris Jenderal Direktorat Pos dan Informatika, PPI Cominfo. Asus ROG Phone 8 Lebih Tipis dan Ringan

“Kalau Starlink mau beroperasi di sini, harus berbadan hukum Indonesia,” ujarnya dalam acara bertajuk Ngopi Bareng Kominfo yang digelar di kantor Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2024).

Indra menjelaskan, ketika Starlink yang merupakan perusahaan Amerika menjadi badan hukum Indonesia, maka mereka akan terikat dengan aturan yang sama seperti penyedia telekomunikasi lainnya.

Izin, dari kewajiban, ke yang lain, akan berlaku sama, lanjutnya.

Selain persyaratan Starlink harus berbadan hukum Indonesia, Starlink juga harus memenuhi persyaratan mengenai penerapan biaya yang wajar.

Indra menjelaskan, tarif yang disebut “biaya optimal” diperlukan agar Starlink tidak kejam dalam menetapkan tarif yang dapat merugikan penyedia telekomunikasi lainnya.

Artinya, dia mematok harga murah untuk membakar uang di sini agar bisa mendapatkan banyak pelanggan, yang akhirnya merugikan operator lain. Kami akan pantau dan hentikan jika sampai terjadi, jelasnya.

Indra meyakinkan Kominfo akan menjamin Starlink tidak akan tampil di karpet merah dan akan selalu mengikuti regulasi Indonesia. Di sisi lain, Starlink juga harus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sekadar informasi, Starlink sendiri merupakan layanan internet berbasis satelit yang dinilai menjadi pesaing berat bagi penyedia layanan internet lokal yang masih mengandalkan menara base transmitter station (BTS) dan kabel serat optik. Kominfo: Starlink Wajib Berbadan Hukum dan Terapkan Tarif Adil Jika Ingin Masuk Indonesia

Starlink yang mampu memberikan penggunanya kecepatan internet lebih cepat hingga 200 Mbps dibandingkan menara BTS konvensional, diharapkan sudah tersedia di Indonesia pada tahun 2024.