Jumlah Guru di Sumatera Utara Belum Ideal

Wecome Ebadi di Situs Kami!

Sumut – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, saat ini sebaran guru di Sumut kurang baik. Menurut mantan Presiden Kostrad ini, seharusnya ada penyaluran 24 ribu guru. Jumlah Guru di Sumatera Utara Belum Ideal

Gubernur Edy menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bisa menggunakan APBD Sumut untuk mematok anggaran saja, untuk 2.000 guru setingkat untuk memperbaiki keadaannya dengan memberikan honorarium kepada PNS dengan kontrak kerja (PPPK). Empat Dimensi Kunci Penanganan Hukum Pelaku Terorisme

Oleh karena itu, untuk 891 guru dalam anggaran APBD Sumut 2022. Pemprov Sumut juga menambah kuota guru PPPK sebanyak 1.000 orang pada tahun 2023 dan masih dalam proses pengajuan.

“Kalau menurut saya sebenarnya kebutuhan guru di Sumut sebanyak 24.000 guru. Saya hitung, 24.000,” kata Gubernur Edy, dilansir Ebadi, Sabtu 22 Juli 2023.

Dengan begitu, Gubernur Edy juga berharap para guru dapat bekerja dengan baik, karena guru memiliki peran penting dalam menentukan masa depan negara.

“Guru ini sangat penting, negara ini ada di pundaknya, lihat saja 30 tahun ke depan, akan banyak orang yang menggantikan saya,” mantan Presiden PSSI itu.

Gubsu Edy juga mengingatkan, guru harus mempunyai kemampuan mengajar yang baik. Guru juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, banyak tingkatan kemampuan yang diperoleh siswa dari guru, termasuk yang bisa dilanjutkan.

Tidak hanya itu, guru juga harus mengajarkan siswanya tentang sopan santun dan hal lainnya. Menurutnya, untuk menjadi pemimpin di masa depan, perbuatan baik dan perbuatan baik itu penting. Jumlah Guru di Sumatera Utara Belum Ideal

“Tidak peduli siapa Anda, orang bisa menjadi pemimpin yang baik jika mereka bijaksana, bermoral dan adil. Hal ini tergantung pada pendidikan guru, perilaku. “Teruslah memberi pelajaran yang baik,” kata mantan Presiden Bukit Barisan itu. Nelayan terjatuh dari perahu dan tewas di perairan Kabupaten Batubara, tim SAR Tanjung Balai Asahan berhasil menemukan dan membebaskan nelayan bernama Syamsul yang terjatuh dari perahunya yang terjatuh dan tenggelam di perairan Kuala Tanjung. Ebadi pada 10 Februari 2024