Hati-hati, Tsunami 28 Meter Bisa Hantam Selandia Baru

Wecome Ebadi di Situs Kami! Angka 200 Juta Tidak Bikin Realme Berpuas Diri

Selandia Baru – Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa dalam kasus terburuk, gelombang tsunami setinggi 28 meter dapat melanda sebagian wilayah Selandia Baru. Dalam penelitian yang dilansir Ebadi Tekno dari Live Science pada Rabu 13 Desember 2023, para peneliti menggunakan metode baru pengujian simulasi gempa untuk memahami potensi risiko tsunami di Pulau Utara dan Selatan Selandia Baru. Mereka menemukan bahwa gelombang terbesar bisa menghantam pantai timur laut Pulau Utara. Pasalnya, Zona Subduksi Hikurangi, tempat lempeng tektonik Pasifik menunjam ke bawah lempeng tektonik Australia, berada di lepas pantai. Laura Hughes, mahasiswa PhD di Victoria University of Wellington, Selandia Baru, mengatakan kedekatan Selandia Baru dengan zona subduksi yang dapat memicu gempa bumi besar yang dapat memicu tsunami penting untuk memahami risiko gelombang dahsyat tersebut. Gempa bumi bersejarah mencoba memahami risiko di masa depan, kata Martha Savage, ahli geofisika di Victoria University of Wellington dan penulis senior studi tersebut. Namun, catatan sejarah berasal dari sekitar 150 tahun yang lalu. Studi geologi dapat menemukan bukti adanya gempa bumi purba, namun catatannya tidak lengkap. Sebaliknya, para peneliti beralih ke metode lain: gempa buatan. Metode ini menggunakan model komputer, dan para peneliti menambahkan semua yang mereka ketahui tentang geometri dan fisika sistem patahan, termasuk hal-hal seperti lokasi patahan dan besarnya gesekan pada patahan tersebut. Kemudian mereka mensimulasikan lebih dari puluhan ribu gempa bumi. Menentukan seberapa sering gempa bumi besar terjadi memerlukan upaya bertahun-tahun. Metode ini tidak sempurna karena sistem patahan belum sepenuhnya diketahui, kata Savage, namun metode ini melengkapi catatan sejarah dan geologi. dan dapatkan berbagai potensi gempa bumi dan berbagai kemungkinan tsunami,” kata Hughes. Dalam studi baru yang diterbitkan 29 November di jurnal JGR Solid Earth, para peneliti membuat katalog simulasi waktu 30.000 tahun. Selandia Baru. Hasilnya menunjukkan 2.585 berkekuatan 7,0 skala richter. gempa bumi berkekuatan antara 9,25 skala Richter Model tersebut menunjukkan bahwa zona subduksi Hikorangi merupakan sumber gempa tsunami paling berbahaya di dekat Selandia Baru, meskipun zona subduksi Tonga-Kermadak di utara Pulau Utara juga dapat menimbulkan gempa bumi.Para peneliti terkejut saat mengetahui hal itu, he mengatakan, “kesalahan pada kerak bumi kita juga memiliki komponen bahaya yang signifikan yang harus kita pertimbangkan.” Tim menemukan bahwa tsunami dengan ketinggian maksimum 92 kaki akan dipicu oleh gempa berkekuatan 9,13 skala richter. .sekitar 394 mil (634 km) timur laut Oakland di Samudra Pasifik Selatan. Tsunami Tohoku tahun 2011 di Jepang memiliki ketinggian gelombang 130 kaki (40 m), sebagai perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Selandia Baru mengalami kenaikan sebesar 16,4 kaki (m) kira-kira setiap 77 tahun. 5) Bahwa Anda dapat menangani tsunami. 49,2 kaki (15 meter) setiap 580 tahun. Tsunami di atas ketinggian 3,3 kaki (1 meter) memicu evakuasi darat, kata Hughes, dan gelombang yang lebih kecil dapat merusak pelabuhan dan pelabuhan. Sistem gempa sintetik ini merupakan kasus pertama yang digunakan untuk penelitian. Hughes mengatakan hal yang sama dapat dilakukan terhadap tsunami dan tempat-tempat rentan lainnya di seluruh dunia. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memetakan risiko di Selandia Baru, katanya. Studi saat ini tidak memperhitungkan gempa bumi jauh di sekitar Samudera Pasifik, yang dapat menyebabkan gelombang tsunami yang bergema melintasi lautan. “Ini adalah langkah kunci dalam penilaian risiko sehingga kita sekarang dapat membuat rangkaian hal tentang apa yang menyebabkan gempa bumi. Seperti apa gempa itu, lalu apa dampaknya terhadap tsunami,” kata Hughes. Gempa berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah pesisir selatan, dan sebagian wilayah Sumbar merasakan guncangan cukup kuat. Ebadi 5 Februari 2024 Hati-hati, Tsunami 28 Meter Bisa Hantam Selandia Baru

Hati-hati, Tsunami 28 Meter Bisa Hantam Selandia Baru