Hati-hati Klaim BPA Free

Sugeng rawuh Ebadi di Website Kami! Bisnis UKM Makin Mudah Lewat 1 Aplikasi

Jakarta – Ilmuwan pangan Institut Pertanian Bogor Nugraha Edhi Suyatma mengkritik label bebas BPA yang tertera pada galon sekali pakai. Berbahaya bagi konsumen karena menyembunyikan informasi tentang senyawa berbahaya lainnya yang tidak diklaim. “Ketika produsen galon sekali pakai mengklaim produknya tidak mengandung BPA. Benar-benar menempatkan konsumen pada posisi yang tidak adil karena ada informasi yang disembunyikan. Ada senyawa lain yang berbahaya tapi tidak diklaim,” tegasnya. . Nugraha melanjutkan, persyaratan galon sekali pakai bebas BPA tidak menjamin keamanan kemasan. Padahal klaim bebas BPA digunakan untuk plastik lain yang sebenarnya aman dan barang plastik tersebut mengandung BPA, lanjutnya. Ia juga menyarankan agar penggunaan klaim bebas BPA untuk galon sekali pakai ditinjau kembali, apalagi menurut Nugraha, banyak iklan galon sekali pakai yang menggembar-gemborkan produknya bebas BPA secara massal di berbagai televisi. Dalam kaitannya dengan undang-undang pelabelan pangan olahan, tidak seorang pun dapat mengklaim bahwa suatu produk tidak mengandung suatu bahan jika produk tersebut tidak menggunakan bahan tersebut secara alami atau tidak mengandung senyawa tersebut. Nugraha mencontohkan minyak goreng sawit yang mengandung klaim “bebas kolesterol”. Label “bebas kolesterol” di produknya dicoret (dilarang). Artinya, klaim bebas BPA juga berlaku untuk galon PET. (tunggal) digunakan) karena tentu saja PET “Bukan itu—BPA mutlak diperlukan untuk membuat plastik,” katanya. Oleh karena itu, secara teknis plastik tersebut bukanlah plastik yang tidak mengklaim bebas BPA. , khususnya di PET. “Karena PET sebenarnya mempunyai risiko. Selain senyawa-senyawa dalam kemasannya seperti etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), asetaldehida, dan antimon,” jelas Nugraha. bertentangan dengan tujuan pengurangan sampah.Ebadi 10 Februari 2024 Hati-hati Klaim BPA Free

Hati-hati Klaim BPA Free