Gugat Aturan Pajak Hiburan 75% ke MK, Pengusaha Cuma Mau Bayar 10%!

Wecome Ebadi di Website Kami!

Jakarta – Gugat Aturan Pajak Hiburan 75% ke MK, Pengusaha Cuma Mau Bayar 10%!

Pengurus Persatuan Industri Pariwisata Indonesia (DPP GIPI) akan menerbitkan surat edaran (SE) kepada anggotanya tentang aturan pajak hiburan. Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani mengatakan, SE tersebut diterbitkan sambil menunggu proses pengajuan gugatan uji materi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Ekonomi Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) berdasarkan Undang-Undang Dasar. Pengadilan (MK). Stabilkan Harga Beras, Bulog Klaim Telah Salurkan 226.000 Ton

Menurut dia, proses pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi akan memakan banyak waktu mengingat berdekatan dengan masa pemilu. Haryadi mengantisipasi Mahkamah Konstitusi akan memberikan prioritas pada perkara terkait sengketa pemilu.

“Untuk itu, kami juga akan mengeluarkan surat edaran kepada penyedia jasa hiburan yang terkena pasal 58 ayat (2) yang intinya mewajibkan mereka membayar tarif pajak sesuai tarif lama agar bisa bertahan,” ujarnya dalam jumpa pers. diberi tahu.” Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2024).

Menurut dia, dalam UU HKPD Pasal 58 ayat % dan tidak lebih dari 75%. Ia menilai aturan ini berpotensi memporak-porandakan industri pariwisata dalam negeri.

Oleh karena itu, kata dia, SE juga diterbitkan sambil menunggu pemerintah daerah mengeluarkan perkiraan kebijakan melalui stimulus fiskal. Dalam SE ini, pelaku industri diminta membayar pajak sebesar 10%.

Posisi kami tetap membayar pajak hiburan tetapi mengikuti tarif lama, ujarnya.

Haryadi mengatakan, langkah ini diambil untuk menjaga kelangsungan industri pariwisata dalam negeri. Apalagi sektor ini membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat dengan kualifikasi rendah. Gugat Aturan Pajak Hiburan 75% ke MK, Pengusaha Cuma Mau Bayar 10%!

Katanya, “Adalah tanggung jawabku untuk membantu anggotaku agar tidak mati. Aku akan memberitahumu secara detail, proses ini sudah tidak tepat lagi. Bagaimana jika mereka bertahan dan mati, aku minta maaf, aku akan kehilangan mereka” , (ily/rd)